Memandangnya tiap hari.. tiap kali datang dan pergi.. sungguh menyesakkan jiwa.. karena aku tak dapat memilikimuuu..

Halah lebay..

Yang saya maksud adalah sebuah lapangan basket..

Tapi hanya bisa memandangnya tanpa bisa menikmatinya itu memang menyiksa. Dia selalu menggodaku tanpa ampun. Membujukku untuk menari-nari di atasnya. ah, sebal. Kadang terlihat beberapa anak bermain di situ, membuatku semakin tersiksa saja.

Dan yang memisahkanku dengannya hanyalah jendela kaca ini.

Memang tak sulit untuk mencapainya. Membiarkan diriku berdansa di atasnya sungguhlah mudah. Hanya tekad yang memisahkan kami. Hanya kemauanku…

Tanya pada dirimu, teman.. Apa yang mencegahmu melakukan hal-hal yang kau inginkan?